Noni Hidayat Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Keuangan Babel

PANGKALPINANG — Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Keuangan Babel dalam pembukaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 di Alun-Alun Taman Merdeka, Pangkalpinang.

Pengukuhan pada Sabtu (17/10/2026) sore itu, ditandai dengan penyematan selempang dan penyerahan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus amanah untuk memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat.

Noni mengatakan, penunjukan tersebut menjadi tanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ibu rumah tangga yang kerap berhadapan dengan persoalan pengaturan keuangan.

Melalui kegiatan TP-PKK, Noni mengaku sering berinteraksi dengan pelaku UMKM. Dari interaksi tersebut, ia menemukan masih ada pelaku usaha yang baru menjalankan bisnis selama tiga hingga empat bulan, tetapi sudah menghadapi kesulitan dalam mengelola keuangan.

“Di situlah mungkin peran saya untuk menyosialisasikan dan mengedukasi bagaimana pengelolaan keuangan yang baik, mana keuangan rumah tangga dan mana keuangan bisnis atau UMKM. Keduanya tidak boleh disatukan supaya semuanya bisa berjalan beriringan dan tepat sasaran,” ujar Noni.

Ia mengingatkan pentingnya meningkatkan budaya literasi di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi. Menurutnya, kemudahan akses informasi seharusnya mendorong masyarakat semakin aktif belajar dan meningkatkan pengetahuan.

“Jangan sampai di zaman digitalisasi ini literasi kita justru menurun. Seharusnya, dengan diiringi teknologi dan digitalisasi, literasi semakin meningkat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Noni turut meninjau sejumlah stan UMKM yang memamerkan produk lokal. Ia juga berbelanja di stan-stan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha daerah.

Kehadiran stan UMKM menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Babel, Eko Wijaya, mengatakan inklusi keuangan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan usaha apabila masyarakat memperoleh akses layanan keuangan yang luas dan merata.

Menurutnya, akses tersebut perlu diarahkan untuk mendukung UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan membuka lapangan kerja.

Ia juga mendorong lembaga jasa keuangan agar mendukung pembiayaan produktif dengan mempertimbangkan karakter serta kemampuan membayar pelaku usaha, tidak hanya bertumpu pada jaminan.

Rangkaian kegiatan BIK 2026 turut diisi edukasi keuangan, layanan lembaga jasa keuangan, promosi produk UMKM, serta kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Babel, Harry Ardianto Arsani, mendorong pelaku UMKM memanfaatkan transformasi digital dan media sosial untuk memperluas pemasaran.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung produk lokal dengan membeli dan menggunakan produk buatan pelaku usaha daerah.

Pembukaan BIK 2026 dihadiri Sekda Babel mewakili Gubernur Babel, sejumlah kepala OPD Pemprov Babel, Pemkot dan Pemkab, lembaga jasa keuangan, pelaku UMKM, serta pemangku kepentingan terkait.

 

Penulis : Idris Af
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Vera
Fotografer : Ibnu/Yoska/Jo Fandi
Dibaca : 3 Kali