Pemprov Babel Lakukan Pembinaan Kapasitas Kader Posyandu se-Bangka Tengah

PANGKALPINANG — Upaya peningkatan kapasitas kader Posyandu terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel). Salah satunya melalui Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu se-Kabupaten Bangka Tengah di Ruang Pasir Padi Lantai 3 Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026). 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemnprov Babel Babel melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) bersama Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini merupakan implementasi dari program unggulan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

Guna suksesnya pelaksanaan kegiatan, penyelenggara mengundang perwakilan Ketua Posyandu desa/kelurahan beserta pengurus Posyandu. 

Gubernur Babel, Hidayat Arsani diwakili Kepala Dinas Sosial PMD Provinsi Babel, Darlan, mengatakan, berdasarkan amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, wajah dan peran Posyandu saat ini telah bertransformasi.

“Posyandu kita hari ini telah berganti wajah, yaitu Posyandu bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi atau mengukur berat balita, tetapi lebih kepada layanan dasar yang paling dekat dengan lini keluarga dan desa,” ungkap Darlan saat membuka acara, sekaligus mewakili Ketua TP PKK Provinsi, Noni Hidayat Arsani.

Menurutnya, Posyandu kini diperluas fungsinya untuk mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kader Posyandu menjadi ujung tombak pelayanan nyata di masyarakat yang mengintegrasikan pilar keluarga sehat, keluarga tanggap lingkungan, hingga keluarga tangguh menghadapi bencana.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penanganan berbagai persoalan sosial di masyarakat membutuhkan keterlibatan aktif seluruh kader.

Persoalan seperti kemiskinan ekstrem, perlindungan anak, pemenuhan hak penyandang disabilitas, hingga kesejahteraan lansia, menurutnya lagi, membutuhkan kolaborasi dan deteksi dini agar dapat ditangani secara optimal.

Ia berpesan, agar kepala desa memastikan program Posyandu dengan 6 SPM ini masuk dalam perencanaan desa dan memiliki anggaran operasional yang memadai setiap tahunnya agar kegiatan dapat berkelanjutan.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Dinas Kesehatan Provinsi Babel, Rita Agustina, selaku narasumber menyoroti pentingnya kepekaan kader terhadap isu-isu sosial dan kesehatan, khususnya pada kalangan remaja.

“Remaja sekarang menghadapi banyak masalah sosial. Kader dan orang tua harus peduli, tolong pantau pergaulan anak di kamar maupun di luar. Untuk remaja, kita fokus pada keterampilan seperti penerapan 'Isi Piringku', aktivitas fisik, dan pencegahan NAPZA,” jelas Rita.

Selain masalah remaja, Rita juga menekankan pentingnya ketelitian dan kompetensi kader dalam melakukan pengukuran dan pencatatan data gizi pada kurva Kartu Menuju Sehat (KMS).

Melalui kegiatan ini, diharapkannya, para kader dan pengurus Posyandu se-Kabupaten Bangka Tengah dapat saling bersinergi dan berkolaborasi dalam memberikan layanan kesehatan serta sosial yang berkualitas, demi menyongsong generasi dan sumber daya manusia tangguh untuk Indonesia Emas 2045.

Penulis : Ibnu
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Vera
Fotografer : Ibnu/Faris
Dibaca : 1 Kali