Sambangi Rumah Makan Bunda, Noni Hidayat Berharap Perputaran Ekonomi di Desa Wisata Terus Tumbuh
BELITUNG — Belitung tak hanya menawarkan panorama pantai berpasir putih dan laut biru yang memikat. Di balik pesona wisatanya, pulau ini juga menyimpan deretan destinasi kuliner tersembunyi atau hidden gem yang layak disinggahi wisatawan.
Salah satunya adalah Rumah Makan Bunda, sebuah rumah makan sederhana di kawasan pesisir yang menyuguhkan pengalaman bersantap dengan panorama laut lepas. Jauh dari hiruk-pikuk kota, pengunjung hanya akan ditemani semilir angin dan deburan ombak, menciptakan suasana makan yang tenang dan nyaman.
Lokasinya sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Tanjungpandan dan dapat dijangkau dengan mudah menggunakan aplikasi navigasi. Meski berada di lokasi yang relatif tersembunyi, tempat ini menjadi salah satu tujuan favorit pencinta hidangan laut.
Rumah Makan Bunda menyajikan beragam menu khas seafood segar, mulai dari ikan bakar, gangan khas Belitung, kepiting saus, udang asam manis, hingga aneka olahan kerang dan cumi yang diolah dengan cita rasa lokal.
Tak ayal, keberadaan destinasi kuliner seperti ini, mendapat perhatian Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani.
Menurutnya, pengembangan UMKM kuliner merupakan bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama di kawasan wisata.
"Kami tidak sekadar berkunjung, tetapi ingin melihat langsung bagaimana UMKM kuliner lokal mampu menggerakkan ekonomi keluarga. Dengan mempromosikan hidden gem seperti Rumah Makan Bunda, kami berharap perputaran ekonomi di desa wisata terus tumbuh," ujar Noni Hidayat, di Rumah Makan Bunda, Selasa (4/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Noni Hidayat juga mengingatkan para pelaku usaha kuliner, agar selalu menjaga standar kebersihan makanan, tempat usaha, serta lingkungan sekitar.
Menurutnya, aspek kebersihan kini menjadi salah satu pertimbangan utama wisatawan sebelum memutuskan menikmati sajian di sebuah rumah makan.
"Kebersihan menjadi penilaian penting bagi wisatawan. Karena itu, kualitas makanan harus diimbangi dengan kebersihan tempat dan pelayanan yang baik," katanya.
Selain itu, ia mengajak pelaku usaha menjaga kelestarian kawasan pesisir dengan tidak membuang limbah produksi ke laut.
"Jangan membuang sampah sisa produksi ke laut. Laut yang bersih akan menjaga ketersediaan ikan dan keberlangsungan usaha kita dalam jangka panjang," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Noni Hidayat mengajak wisatawan yang berlibur ke Belitung, untuk mengeksplorasi berbagai destinasi kuliner lokal, yang masih belum banyak diketahui publik.
"Rumah Makan Bunda hanyalah salah satu hidden gem. Masih banyak tempat kuliner menarik lainnya di Belitung yang patut masuk dalam daftar kunjungan wisatawan," tutupnya.