Sekda Babel dan DPRD Terima Langsung Aspirasi BEM, Komitmen Kawal Persoalan Rakyat Hingga ke Pemerintah Pusat

PANGKALPINANG — Ruang Sidang Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi saksi berlangsungnya dialog terbuka antara mahasiswa dan pemangku kebijakan daerah, Kamis (25/6/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) "Kerakyatan" Bangka Belitung menyampaikan berbagai aspirasi dan kritik terhadap sejumlah persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Aksi yang berlangsung sejak siang hari tersebut diwarnai berbagai tuntutan terkait tata kelola pertambangan, kesejahteraan guru honorer, hak plasma masyarakat, evaluasi program pemerintah, hingga penolakan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Gelasa.

Aksi ini mendapat respons langsung dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Babel. Pj. Sekretaris Daerah Babel, Fery Afriyanto, hadir langsung bersama Wakil Ketua III DPRD Babel Edi Nasapta, serta sejumlah anggota dewan untuk mendengarkan dan menanggapi aspirasi mahasiswa.

Walaupun tanpa kehadiran Ketua DPRD Babel, kehadiran para pemimpin daerah tersebut mendapat apresiasi dari mahasiswa karena menunjukkan komitmen pemerintah dan DPRD dalam menjaga ruang demokrasi serta membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan yang mereka nilai perlu segera mendapat perhatian serius, mulai dari kesejahteraan guru honorer, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, konflik agraria, hingga pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat Bangka Belitung.

Koordinator Daerah BEM Babel, Daniel Eko Saputra menyampaikan, bahwa mahasiswa hadir membawa suara masyarakat yang menginginkan kebijakan lebih berpihak kepada rakyat, transparansi dalam tata kelola pemerintahan, serta penyelesaian berbagai persoalan daerah secara konkret dan berkeadilan.

Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Pj. Sekda Babel Fery Afriyanto menegaskan bahwa Pemprov. Babel tidak tinggal diam terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah daerah, termasuk menyampaikan berbagai persoalan strategis daerah kepada pemerintah pusat.

Terkait polemik izin usaha pertambangan (IUP), Ferry mengungkapkan bahwa Gubernur Kepulauan Bangka Belitung telah menyampaikan langsung surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Menteri Kelautan dan Perikanan terkait aspirasi masyarakat terhadap sejumlah wilayah pertambangan yang menjadi perhatian publik.

Selain itu, Pemprov. Babel juga telah mengundang kementerian terkait untuk membahas persoalan tumpang tindih wilayah pertambangan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat yang terdampak aktivitas pertambangan.

"Tentu seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan akan terus kami tindak lanjuti sesuai kewenangan yang ada," tegas Pj. Sekda Ferry.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Babel Edi Nasapta menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat, kewajiban plasma perusahaan, kesejahteraan tenaga honorer, serta perlindungan masyarakat di sektor pertambangan dan perkebunan.

Menurutnya, DPRD memiliki komitmen yang sama agar pembangunan di Bangka Belitung mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Ia juga memastikan bahwa seluruh tuntutan mahasiswa akan menjadi bahan perjuangan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyampaian aspirasi kepada pihak yang berwenang.

"Kami mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kondisi daerah. Apa yang disampaikan hari ini akan kami kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan DPRD. Aspirasi masyarakat harus terus diperjuangkan demi Bangka Belitung yang lebih baik," ujar Edi.

Audiensi yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut berjalan dinamis namun tetap kondusif. Mahasiswa diberikan kesempatan menyampaikan seluruh pandangan dan tuntutannya, sementara pemerintah daerah dan DPRD memberikan penjelasan serta tanggapan terhadap berbagai isu yang diangkat.

Aksi yang diikuti mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, dan Universitas Anak Bangsa tersebut berakhir pada sore hari dalam suasana tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Momentum tersebut menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi beserta DPRD Babel tetap membuka ruang dialog yang sehat dengan generasi muda. Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, komunikasi dan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan DPRD menjadi modal penting untuk menghadirkan kebijakan yang semakin berpihak kepada masyarakat.

Penulis : DINI
Sumber : Biro Adpim Setda Prov. Babel
Editor : Lisia Ayu
Fotografer : Risky
Dibaca : 2 Kali