Pemprov Babel Perkuat Pengendalian Inflasi, IPH Minggu IV Oktober Tercatat Minus 0,33 Persen
PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah. Hasilnya, pada Minggu IV Oktober 2026, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Babel tercatat minus 0,33 persen. Angka ini menjadi yang terendah secara nasional berdasarkan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara daring pada Senin (26/10/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Babel, Fery Afriyanto, mengikuti rakor tersebut mewakili Gubernur Hidayat Arsani dari Ruang Video Conference Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang.
Rakor bulanan tersebut berfokus pada pembahasan dinamika harga bahan pokok dan evaluasi IPH mingguan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Selain itu, pertemuan ini juga dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Program 3 Juta Rumah Tahun 2026.
Capaian IPH sebesar minus 0,33 persen mencerminkan adanya penurunan indeks harga pangan di pasaran. Tren positif ini menjadi indikator penting yang harus terus dijaga demi memperkuat daya beli masyarakat dan menjamin stabilitas harga kebutuhan harian.
Sekda Fery Afriyanto menekankan pentingnya sinergi yang solid antara Pemprov, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menjamin ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga bahan pokok tetap terjangkau.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperkuat sinergi dan memantau perkembangan harga di lapangan. Upaya menjaga pasokan dan keterjangkauan harga harus terus dilakukan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan baik,” ujar Fery.
Ia mengimbuhkan bahwa Pemprov Babel akan terus melangkah aktif dalam mengantisipasi potensi gejolak harga di pasaran, serta memastikan respons pengendalian dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada pangan, Pemprov Babel juga menyatakan kesiapannya dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah Tahun 2026. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen daerah dalam menyelaraskan program prioritas nasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.