Perkuat UMKM dan Angkat Potensi Lada Babel, Holding Usaha Sektor Pertanian/Perkebunan Resmi Diluncurkan di Kebun Nusantara PT CAN
NAMANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus mendorong penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, yang mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Agus Rachman, beserta rombongan pada kegiatan peluncuran (launching) Holding UMKM di sektor pertanian/perkebunan di Kebun Nusantara PT Cinquer Argo Nusantara (CAN), Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (15/8/2026).
Pemanfaatan Kebun Nusantara PT CAN menjadi simbol penting bahwa penguatan UMKM perlu berjalan beriringan dengan pengoptimalan potensi lahan, sumber daya manusia, serta komoditas unggulan daerah yang harus dikelola secara produktif agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya dalam pengembangan komoditas lada sebagai salah satu potensi unggulan Provinsi Kepulauan Babel.
Pj. Sekda Fery saat membacakan sambutan Gubernur Hidayat menyampaikan bahwa program holding UMKM merupakan upaya membangun ekosistem kemitraan bisnis berbasis kluster, khususnya komoditas lada putih Muntok (Muntok White Pepper) yang akan diekspor ke Belanda.
"Adanya holding UMKM melalui PT CAN ini dapat menjadi langkah yang strategis. Kita ingin komoditas unggulan di Babel, khususnya lada putih Muntok, tidak berhenti sebagai komoditas primer, tetapi mampu berkembang menjadi produk bernilai tambah, memiliki standar kualitas yang kuat, dan semakin luas menembus pasar nasional maupun internasional," terang Pj. Sekda Fery.
Peluncuran holding ini merupakan bagian dari program percontohan (role model) pengembangan UMKM terintegrasi dari hulu ke hilir. Khusus untuk komoditas unggulan lada putih Muntok, PT CAN ditetapkan sebagai operator holding setelah mengantongi hasil asesmen kualifikasi.
Lada menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam penguatan ekosistem tersebut. Sebagai komoditas yang memiliki sejarah dan identitas kuat bagi Babel, pengembangan lada diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang.
Sebagai informasi, Provinsi Babel memiliki potensi UMKM yang sangat besar. Berdasarkan data yang ada, terdapat 133.452 UMKM dengan 123.481 atau 92,53% di antaranya merupakan usaha mikro. Adapun usaha kecil sebanyak 9.428 dan usaha menengah sebanyak 543. Berdasarkan hasil kajian tahun 2025, UMKM memberikan kontribusi yang cukup besar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Babel, yaitu sebesar 53,21%.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, petani, dunia usaha, lembaga pembiayaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pengembangan UMKM dan komoditas pertanian dapat dilakukan secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Terdapat masyarakat, tenaga kerja beserta keluarganya, dan pelaku ekonomi lainnya di Babel ini yang menjadi bagian penting dari pembangunan daerah. Oleh karena itu, tantangan kita ke depan bukan hanya bagaimana menambah jumlah, melainkan bagaimana menaikkan kelas UMKM, meningkatkan produktivitas, memperkuat akses pembiayaan dan pasar, serta menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi," jelas Pj. Sekda Fery.
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Menengah, Metty Kusmayantie, PT CAN ditetapkan sebagai operator Holding UMKM berdasarkan hasil asesmen kelayakan dengan skor komposit 4,08 dari skala 5,00, yang berada pada kategori sangat baik (excellence).
“Kami telah melakukan asesmen terhadap sejumlah calon operator holding UMKM yang potensial untuk dikembangkan sebagai role model. Holding UMKM ini berpijak pada empat pilar utama, yaitu agregasi, inkubasi, pemasaran, dan pembiayaan,” terang Metty.
Menurutnya, usaha menengah ini menjadi poros penggerak penguatan UMKM. Seluruh konektivitas tersebut akan diperkuat melalui SAP UMKM sebagai ekosistem layanan UMKM yang menghubungkan program pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan, BUMN, BUMD, serta sektor swasta dan mitra usaha.
Sementara itu, Hatami Nugraha selaku Pendiri & CEO PT CAN menjelaskan bahwa masalah lada tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi produksi, melainkan membutuhkan perbaikan ekosistem secara menyeluruh melalui pemberdayaan petani, keterelusuran produk, dan pengolahan nilai tambah untuk pasar global maupun domestik.
"Perusahaan menjalin kolaborasi resmi dengan Kementerian UMKM termasuk akses pembiayaan KUR Massal, Badan Karantina Indonesia, serta pemerintah daerah melalui kegiatan ini untuk peluncuran pengiriman komoditas lada Bangka Belitung menuju Belanda," ungkap Hatami.
Keberadaan holding usaha juga diharapkan mampu memperluas akses UMKM terhadap pembiayaan, pendampingan, teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta akses pemasaran. Dengan demikian, pelaku usaha lokal memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing produknya.
Kegiatan peluncuran holding UMKM ini dirangkaikan dengan penandatanganan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para petani dan pelaku UMKM lokal sebagai wujud penguatan permodalan berbasis korporasi petani di tingkat tapak.
Selanjutnya, Pj. Sekda Fery bersama rombongan Kementerian UMKM meninjau rumah perendaman dan pencucian lada serta melakukan pemeriksaan terhadap biji lada atau komoditas pendukung ekspor lada putih Muntok menuju Belanda. Pj. Sekda Fery juga menyerahkan sertifikat kesehatan tumbuhan kepada Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Babel melalui Pendiri PT CAN, Hatami.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap peluncuran holding UMKM sektor pertanian/perkebunan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari langkah nyata dalam membangun rantai usaha yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan hilirisasi, potensi lada Babel diharapkan kembali berdaya saing, sementara UMKM lokal dapat naik kelas dan mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Dari Kebun Nusantara PT CAN, Babel memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, mengangkat potensi lada, memperkuat UMKM, dan membuka jalan menuju pertanian serta perkebunan yang semakin maju dan bernilai tambah.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian UMKM RI, Wakil Bupati Bangka Tengah, perbankan penyalur KUR untuk para debitur, perwakilan asosiasi petani, serta pelaku UMKM.