Suasana Haru Selimuti Kediaman Alm. Ardianto Saat Sekda Fery Sampaikan Amanah ASN Peduli & KORPRI Babel
PANGKALPINANG — Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum Achmad Ardianto Putra bin H. Kasman, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkup Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), di Kelurahan Selindung Baru, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang.
Cici, istri almarhum, tak kuasa membendung air matanya, saat menerima kunjungan dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Fery Afriyanto, pada Rabu (28/10/2026) pagi, dalam rangka menyampaikan Amanah dari para ASN Peduli Babel dan KORPRI Babel.
Bagi Cici dan tiga buah hatinya, kepergian Achmad Ardianto tak hanya sekadar kehilangan sosok suami dan ayah.
Cici menceritakan, anak bungsu mereka yang masih balita, masih terus mencari sosok ayahnya.
Setiap malam, kenang Cici, almarhum biasa membuatkan susu untuk si bungsu. Dalam kedekatan itu, sang anak juga memiliki kebiasaan memegang telinga ayahnya.
Bagi seorang ibu, mendengar anaknya terus memanggil sosok ayah yang telah tiada tentu bukan perkara mudah. Cici harus menghadapi kesedihannya sendiri, sekaligus menemani anak-anaknya menjalani hari-hari tanpa kehadiran sang ayah.
“Yang bungsu masih mencari dan terus manggil papa, papa, tiap malam. Karena bapaknya sering bikinin susu dan dia selalu pegangin telinga bapaknya,” kisah Cici, sembari menitikkan air matanya.
Cici juga mengingat perubahan sang anak dalam kurun waktu satu bulan terakhir sebelum almarhum meninggal dunia. Saat itu, kata Cici, si kecil menjadi lebih rewel dan semakin dekat dengan ayahnya. “Satu bulan terakhir ini yang bungsu sering rewel dan dekat dengan bapaknya,” katanya.
Menurut Cici, suaminya tidak banyak bercerita tentang kondisi kesehatannya. Almarhum, kata Cici, seolah berusaha tetap terlihat kuat di hadapan keluarga dan menjalani aktivitas seperti biasa.
“Beliau sudah lama sakit di jantungnya, tapi tidak mau ngomong karena katanya masih kuat,” ungkap Cici dengan suara tertahan.
Cici berharap, bantuan yang diserahkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.
“Terima kasih banyak atas perhatian dan tali asih kepada kami. Semoga diberi keberkahan,” ucapnya.
Sebelum pertemuan berakhir, Cici juga menghaturkan permohonan maaf kepada semua pihak, apabila semasa hidup, almarhum pernah melakukan kesalahan atau kekhilafan, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
"Semoga almarhum senantiasa dikenang dalam kebaikan. Mohon dimaafkan pula segala kesalahan dan kekurangan almarhum semasa hidup," pungkasnya.
Sekda Fery tak datang sendiri, ia bersama Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Bangka Belitung, Yunan Helmi, perwakilan ASN Peduli Babel, dan KORPRI Babel.
Dihadapan keluarga almarhum Ardianto, Sekda Fery menuturkan, kepergian almarhum meninggalkan duka, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Fery mengatakan, semasa hidupnya, almarhum Achmad Ardianto merupakan pribadi yang baik dan bertanggung jawab. "Selain bersilaturahmi, kedatangan kami memberikan tali asih. Atas nama Pemprov Babel, kami ucapkan turut berbelasungkawa," tutur Fery.
"Semasa hidupnya, almarhum kami kenal sebagai orang yang baik. Selama bertugas, almarhum sangat bertanggung jawab sampai akhir pengabdiannya di Bakuda," sambungnya.
Ia berharap, seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Adapun santunan yang diberikan terdiri atas bantuan ASN Peduli Babel sebesar Rp 5,1 juta, santunan KORPRI Rp5 juta, insentif dari Bakuda Rp4,7 juta, serta bantuan.
Selain itu, keluarga almarhum juga akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan lebih kurang Rp42 juta (masih dalam proses), dan dari PT Taspen (dalam proses).